Jumat, 23 Oktober 2015

Terlalu gersang, kesini bawakan aku hujan

   Terlalu gersang, kesini bawakan aku hujan..
kau dan hujan itu tampak serasi seperti kehidupan dan udara, angin.
terlalu panas beberapa hari ini, tanpamu. mungkin kebetulan, kebetulan yang dicipta Tuhan.
seorang lelaki berkata pada ku;
"akan dia berikan seluruh hidupnya untukku, karena dia mencintaiku"
yang jadi pertanyaan adalah, siapa aku mengambil seluruh hidupmu?
AH..menemuiku itu merepotkan, terlalu banyak pintaku, melampiaskan semua manjaku padamu, karena siapa lagi yang ku punya? atau tepatnya siapa yang mau mempedulikan manjaku?
bukan lebih baik menyelesaikan pekerjaanmu? kau mencintai bekerja kan?
bukan lebih baik mengumbar senyum ringan kepada semua tamumu? agar semua orang menyayangimu.. sayang, jangan terlalu banyak tersenyum untuk orang lain.
   Aku terlalu mencanduimu
beberapa orang menyukai pesta, beberapa lagi menyukai belanja, beberapa lainnya menyukai narkoba, ada yang menyukai jalan-jalan
percayalah, aku mencoba semua yang mereka suka..
tapi kau tau apa yang paling menyakitkan? pertanyaanku tetap sama! "kau dimana?"
seseorang berkata kepadaku, katanya; aku ini butuh psikiater
aku menelan bulat-bulat ucapannya, aku sadar betul ada sesuatu yang 'tercuri' dariku
dimanapun itu, kapanpun itu, apapun yang aku lakukan semua terasa 'kosong'
kalau aku meyakini 'hantu' mungkin tidak terhitung seberapa sering aku kerasukan..
sadarku, yang tercuri itu 'pikiranku' aku diperbudak sepi oleh pikiranku sendiri, bersembunyi.
   Tak perlu kau repot melucuti pakaianku dengan senyummu. atas rasa 'nafsu dan terimakasihmu'
kau jelas bukan pelacur, sayang. aku, kamu kita pengguna 'rasa' bukan logika!
kau tak percaya kita hidup dengan rasa? biar sedikit aku jelaskan
rasaku yang berkata bahwa kebutuhan dan bahagiamu itu kewajibanku dan rasamu berkata berbaring di peluknya itu bahagiamu.
jangan tersenyum! menjijikan!
ah menyebalkan! maaf kan aku
tapi, sehebat amarahku sejauh ini, tetap tak ku temukan cara untuk membencimu barang sebentar.
hebat! aku terhadapmu seperti umat hindu pada brahma, mendewai.
   Aku punya apa selain hati yang utuh tulus untukmu?
bila kau berkata menginginkan segala yang ku punya, tak berpikir akan ku berikan segalanya.
bila kau meminta seluruh dunia kepadaku, akan kuusahakan
bahkan bila kau menyukai pakaianku akan aku lepas!
aku akan telanjang tanpa apapun sambil berjalan ke arahmu dah bertanya
"apa kau mau menerima ku?'-







Tidak ada komentar:

Posting Komentar