Selasa, 20 Oktober 2015

Tuan muda

Tuan muda
aku menyebutnya begitu karena ada sosok manja dalam dirinya.
aku mengenalnya sejak lama seorang yang begitu menyebalkan tapi mengundang beribu rindu
aku selalu bertanya-tanya bagaimana caranya aku bisa selalu mencarinya sementara dia begitu menyebalkan.
dia bilang "lo ada rasa"
mungkin ucapannya benar, aku menyayanginya.

rasaku yang tak menentu karena sikapnya yang berubah-ubah
mamainkan perasaanku
satu waktu seperti diriku dikendalikan oleh nya, bukan aku.
   dia membuatku membutuhkannya.
membutuhkannya dalam hal kecil memasang sarung guling sekalipun.
   membuatku terbiasa akan hadirnya
iya, dia seseorang yang selalu 'ada'
seseorang yang membuatku terbiasa tidur dengan semerbak aroma 'gereja' dari punduknya
wangi khas umat nasrani beribadah
   dia bilang kita 'beda' ah.. aku bahkan tak memperdulikannya, aku tetap didekatnya, melelapkan diri memeluknya.
aku tak peduli alasannya apapun entah itu beda, pemanfaatan, mengisi waktu, keisengan, atau pelampiasaan sekalipun. yang aku pikirkan hanya ego ku yang bicara bahwa aku membutuhkannya.
aku pun tak perlu pikirnya atau jawabnya. itu bukan permasalahan.
   yang jadi masalah adalah ketika aku menjadi sangat bahagia melihat senyumnya
hal hal konyol yang menyebalkan, sungguh kekanak-kanakan. tapi aku sungguh menikmatinya, menyenangkan hati.
   rengek manja yang tak henti, tapi sungguh bodoh tetap aku turuti pintanya.
karena aku tak menyukai raut kecewa dimukanya jika tak kuturuti pintanya, muka menyebalkan,sangat.
dia obat disaat sakit
dia keramaian disaat sepi
dia penghibur disaat lara
dia kebahagiaan disaat sedih
yang menjadikannya seseorang yang aku butuhkan dan aku utamakan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar